Kisah Haru di balik Hijab

Merobohkan Dinding Kepalsuan

Pagi ini aku rasakan tidak seperti pagi-pagi biasanya, awan mendung, namun tidak menandakan akan turunnya hujan. Kicauan burung pun tak seramai biasanya. Dan angin yang berhembus terlalu dingin hingga memaksaku mengenakan sweater.
Namun, aku tak begitu hiraukan suasana pagi ini, entah karna hatiku yang masih galau karna dilema atau karna semalam aku bermimpi bertemu ayah.
Hah,,, hembusan nafasku seakan menandakan kegelisahan pagi itu hingga membuatku melamun.
Zahwa “panggil bunda”
Iya bun “jawab ku”
Lagi apa wa?”tanya bunda”
Biasa bun ngeblog,”jawabku”
Wa siap-siap gih,udah jam 8, hari ini hari pertamamu masuk kuliah”ujar bunda”
Iya bun siap”jawabku”



Ya,namaku Zahwa Anisa Putri, teman-teman biasa memanggilku Zahwa. Aku berusia 18tahun dan baru saja lulus SMA,Aku juga seorang bloger banyak karya tulisku yang sudah ku buat dan alhamdulillah aku juga mendapatkan penghasilan dari ngeblog. Ayahku sudah meninggal sejak aku masih duduk dibangku SMP. Jadi,kini aku hanya berdua saja dengan bunda, karna aku tidak memiliki saudara.
Bunda memiliki usaha toko baju peninggalan ayah. Bundaku hebat, selepas ayah meninggal, bunda tak ingin menikah lagi karna kata bunda cinta bunda hanya untuk ayah seorang. Meski begitu kadang aku sedih melihat bunda seorang diri membesarkan aku serta membiayai sekolahku, apalagi sekarang aku sudah mulai kuliah.
Sangat tak terasa bahkan nyaris tak sadar bahwa aku sudah lulus dari pesantren selama 6tahun dan hari ini aku berdiri tepat di kampusku.

****

Waktu berlalu tanpa menunggu, ku kenali tempat ini dalam angan ku .
Langkah kaki ku kian melangkah menuju kelas baru ku,aku bahagia namun aku juga bingung, aku merasa asing, ku lihat di sekelilingku ada banyak hal yang tidak biasa ku jumpai, asap rokok menyapa wajah dan penciumanku, ku lihat pula pakaian para mahasiswi yang aurat nya terbuka hingga rambut mereka tergurai seakan tanpa dosa, ada lagi interaksi mereka dengan kaum adam tanpa batasan,candaan yang biasa tapi tidak bagiku, hingga aku berdoa dalam hati  ya Allah tolong istiqomahkan aku agar tetap berada di jalanmu”panjat doaku pada Rabb ku”.

Sembari aku terus brjalan dengan lugu namun tak ingin terlihat kaku , aku pastikan diriku kuat dan tidak cengeng . Hingga sampailah aku di depan kelasku “ prodi jusnalistik semester1. Ruang 4.5”
Hey... zahwa sini masuk “panggil teman baruku, yang seperti nya dia telah mengenaliku, namun aku tidak ingat siapa?”batinku”
Hay...”jawabku tersenyum dan masuk menghampirinya,”
Zahwa nampaknya kamu lupa ya sama aku,aku andin kirana larasati yang kemaren  ospek sekelompok sama kamu. “jelasnya”
Oh ya ampun andin ya,iya iya aku ingat, tapi seingat aku kemaren pas kamu ospek tidak memakai hijab,ini udah berhijab?’tanyaku”
Iya zahwa sebenarnya sih aku udah janji sama mama papa kalau aku udah masuk kuliah aku mau pakai hijab ,nah kemaren kan masih ospek tuh jadi pikirku ya gak papalah belom berhijab tapi sekarang aku udah mantep mau berhijab sesuai janjiku ke papa mama tapi ya karna Allah juga hehe “terangnya”
Emmm bagus kalo gitu ndin gak papa lama kelamaan bakal biasa dan malah kamu akan lebih nyaman mengenakan hijab.”jawabku”
Iya wa, ya walaupun hijab ku belom sesyar’i kamu tapi aku akan belajar untuk jadi lebih baik lagi secara pakaian maupun akhlak.”kisahnya”
Wahh subhanallah aku pasti dukung kamu ndin”ujuarku”
Semenjak itu aku dan andin berteman dekat,andin dan aku memiliki hobby serta minat bakat yang sama ,bahagianya memiliki teman seperti andin,ia mengajari ku banyak hal tentang dunia baruku yang aku rasa sangat asing, pun sebaliknya.
Ya Allah terimakasih telah mengirimkan teman baik untukku”ujarku dalam hati”.



Hingga tak terasa waktu sangat cepat berlalu,3 bulan sudah aku menjadi mahasiswi. Aku pun mulai terbiasa dengan semuanya. Hijab serta prinsipku tidak menghalangiku untuk menjadi mahasiswi aktif kreatif dan memiliki banyak teman. Dunia di luar pesantren ternyata tak  seburuk yang ku bayangkan.”catatku dalam diary”

ZAHWA... “panggil andin kencang dan berlari menghampiriku”
Ada apa sih ndin pagi-pagi udah histeris banget”ujarku kepo”
Wa ada kabar baik untuk kita.”terangnya”
Apa sih ndin ihh kepo kan akunya”tanyaku lagi”
Wa barusan aku baca mading dan ada lowongan pekerjaan  jadi presenter khusus untuk fakultas fisipol, terus gaji perbulannya 3juta wa, dan yang paling keren nih wa stasiun tv tersebut sudah bekerja sama dengan kampus kita jadi otomatis kuliah kita gak bakal terganggu wa”jelasnya”
Ya ampun andin aku mau banget “ujarku dengan penuh bahagia”
Lusa udah mulai tes tulis dan wawancara wa,kita ikut ya wa,aku pengen banget deh “ujar andin”
Ok ndin kita ikut dan semoga keterima “ujarku”
Selepas mendengar kabar itu aku bahagia banget,kalau misal aku keterima aku bisa bantu bunda buat biaya kuliah ku.

****

2 hari berlalu dan tes itu dimulai, aku dan andin menyelesaikan tes itu dengan lancar ,serta tidak ada kesalahan besar menurut kami.
Hingga pada hari ketujuh setelah tes tersebut, pengumuman kelulusan di kirim lewat email dan alhasil aku dan andin keterima . Ya allah syukurku sangat ku panjatkan untukmu, aku berpelukan dengan andin,bahagianya hari itu .
Zahwa liat emailnya nanti siang kita ke studio buat tanda tangan kontrak .”ujar andin memberitahu”
Ok siap ndin”ujarku sambil tersenyum”
2 jam berlalu selepas solat dan makan siang aku dan andin menuju studio dengan hati bahagia.
sampainya di studio
Assalamualaikum “ salamku dan andin membuka pintu ruang produser”
Waalaikum salam, ya dengan zahwa dan andin ya ,silahkan masuk.”sambut pak produser”
Iya pak “jawabku “
Silahkan duduk”ujar pak produser”
Tak memakai banyak basa basi pak produser langsung membuka percakapan.
Zahwa dan andin saya sangat kagum kepada kalian  berdua, vokal suara serta gaya bahasa kalian memiliki ciri khas khusus untuk jadi presenter,lama saya mencari karakter presenter seperti kalian  berdua. Saya sangat-sangat ingin kalian bisa bergabung.
“ujar pak produser sedikit memuji dan berharap”
Iya pak terimaksih”jawabku dan andin”
Jadi kalian bisa langsung menandatangani surat kontrak ini dan mulai bisa bekerja minggu depan”terang pak prosuder”
Tapi begini,saya ingin beri tahu bahwa semua presentren di tv ini tidak ada yang mengenakan hijab, saya sih tidak masalah jika kalian mengenakan hijab tapi ketika kalian sedang tampil, tidak keberatan kan jika hijab kalian di buka, karna rasanya tidak cocok jika presenter mengenakan hijab.”jelas pak produser”
Mendengar itu hatiku hancur,mataku berkaca, serasa saat itu aku mendapat tawaran kerja haram,hatiku menolak,lemas tubuhku, aku dan andin sejenak terdiam dan saling menatap.
Hey andin zahwa kalian malah bengong. Jadi bagaimana?”tanya pak produser”
Namun dengan tegas penuh penghormatan,lansung ku jwab .maaf pak saya tidak bisa menandatangani surat kontrak ini dengan syarat melepas hijab saya,pak hijab ini adalah perintah tuhan saya,identitas agama saya,jadi jika syarat menjadi presenter dengan melepas hijab, maaf saya tidak bisa pak,dan saya bersedia tidak jadi bagian dari progam tv bapak,sebelum maaf dan terimakasih pak.”ujarku tegas tapi tetap lembut dan menghormati”
Andin terdiam melihat  reaksiku, tiba-tiba pun andin mengutarakan hal yang sama yang sontak membuat ku tak percaya.
Saya sama dengan zahwa pak saya tidak bisa menerima kontrak ini dengan syarat melepas hijab saya,jadi maaf dan terimakasih pak.”ujar andin tegas”
Hatiku bergetar melihat andin dengan sikap bijaksananya. Tidak ada yang membuat hatiku sedih dengan keputusan ini meski cita-citaku dan andin lenyap saat itu tapi aku percayai allah punya rencana lain.
Ok kalau begitu , tapi sangat di sayangkan keputusan kalian itu”ujar pak produser”
Tidak pak ini adalah keputusan terbaik kami”jawabku tegas”
Kalo begitu kita pamit pulang pak ,terimakasih atas undangannya.assalamualaikum jawabku dan andin”
Aku dan andin terdiam dan kemudian tersenyum.
Zahwa kamu tau setelah kejadian barusan aku semakin mantap dengan hijabku dan sama sekali tidak merasa sedih atas hilangnya job kita”kisah andin”
Sama ndin aku juga “jawabku sambil tersenyum”
Ndin kita ke rumahku yok,”ajakku pada andin”
Ayok wa,aku juga udah lama gak ketemu bunda”ujar andin”
Sesampainya di rumah aku lihat bunda sedang santai menonton tv,aku langsung berlari memeluknya dan menangis,andin pun duduk di samping ku ,
Eh kenapa wa? “tanya bunda”
Lalu aku menceritakan semua kejadian tadi pada bunda.
Bun disisi lain zahwa ingin sekali bekerja biar zahwa bisa bantu bunda untuk biaya kuliah zahwa tapi bun zahwa tidak bisa melepas hijab zahwa untuk syarat bekerja disana bun.”ujarku sambil meneteskan air mata di pelukan bunda”
Masya allah anak bunda sudah dewasa, bunda bangga padamu nak, kamu memilih keputusan yang benar. Zahwa andin dengerin bunda ya,allah yang memberikan rezeki kita tak perlu risau,dan bunda yakin suatu saat nanti akan ada pekerjaan yang lebih baik untuk kalian, yang lebih pantas dan berkah.insya allah.”terang bunda menasehati.”
Jadi gak usah sedih lagi ya ,” hibur bunda”
Hari itu adalah pengalaman terbaikku,saat prinsipku di hadapkan dengan tawaran-tawaran duniawi,saat perintah tuhanku akan di ganti dengan materi,tapi aku ingin tetap berpegang teguh pada prinsipku.
Saat itu juga andin tampak kian berubah menjadi solehah,dan pastinya setelah itu banyak sekali hikmah serta pelajaran yang dapat aku petik.



~SEKIAN~

2 comments

  1. Hmmm siapa yang naruh bawang disini :")
    Masya Allah mbak, semoga selalu istiqomah dengan hijabnya, dan semoga bpk produser yang nyuruh lepas hijab diberikan hidayah oleh Allah. Lagian kenapa juga sih seorang pembawa acara harus lepas hijab? Emang ganggu penglihatan gitu bikin sakit mata? Nggak kan... Malah lebih adem ngeliatnya klo pake hijab

    ReplyDelete