Pengalaman Berharga Saat masih Sekolah di Pesantren

Pengalaman Berharga Saat masih Sekolah di Pesantren



Aku tak pernah mau sekolah di pesantren, karna dari awal persepsi ku tentang sekolah di pesantren itu gak asyik, gak bisa kemana-mana , gak bebas,di atur-atur dan yang pasti pakaiannya kampungan dan gak modis. Ya begitulah anggapanku tentang sekolah di pesantren,gak ada ketertarikan sama sekali untuk aku sekolah di pondok, baru lulus Sd aku harus pisah dengan orangtuaku,semua keinginan orangtuaku,aku menolak ,sungguh.

Orangtuaku memberi banyak alasan tapi manalh aku paham dengan alasan-alasan mereka, aku baru lulus Sd,aku masih mau main-main an pengen masuk sekolah favorit yang ada di bengkulu, itu inginku, tapi inginku tertolak dengan terpaksa aku menyetujui untuk sekolah di pesantren Al iman Muko-Muko.

Awal aku masuk ,aku bingung ,kaku,tak terbiasa,dan aneh menurutku.mandi ,makan, tidur, apa pun itu semuanya bareng-bareng,seru memang tapi aku belum terbisa, 3hari 3malam aku tak berhenti menangis rindu orangtua di rumah,rindu teman sd ku ,temen di rumah ku, hingga aku marah rasanya pada orangtuaku, “kenapa mereka membuang aku ke tempat ini,apa mereka tidak sayang denganku?” itulah yang terungkap saat awal masuk pesantren .
Dan yang paling menyedihkan adalah saat temen-temenku pada di jenguk ,Cuma aku sendiri yang tak di jenguk,lagi aku menangis.

Hingga tak terasa 3tahun beralalu sampai aku lulus Mts, aku mulai mengerti betapa berharga nya pesantren buat aku, aku mulai mengerti alasan-alasan yang dulun pernah di sampaikan orangtuaku, aku mulai menyadari betapa sebenarnya mereka sangat menyayangiku,semua memang butuh waktu untuk memahami peristiwa yang tadinya kita anggap buruk padahal baik.

Di pesantren aku tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sabar,dan kuat, aku jadi sosok yang tidak cengeng seperti sediakala, banyak hal yang aku dapat dari bimbingan ustadzah,temen-temen. Ya aku tumbuh besar di lingkungan pesantren yang aku anggap itu adalah penjara suci bagiku.
Aku dapatkan bekal ilmu akhirat dari pesantren,aku di ajarkan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan, hingga aku jatuh cinta pada pesantrenku ,aku sayang temen-temen seperjunganku,sayangustadzah-ustadzahku .

Dan akhirmya persepsi itu berubah menjadi kebalikannya, aku hanya ingin menjadi solehah untuk orangtuaku ,dan mungkin ini cara yang di berikan orangtuaku untukku menjadi solehah.

Terimakasih Umi Abi , kalian adalah semangatku ,Maka tetaplah sehat dan kuat hingga kelak aku dapat wuudkan mimpi-mimpi kalian.

SEKIAN

See you
Bye bye....


Salam kiyah imut

1 comment

  1. Wah, ternyata kiyah ini anak pondok juga ya, boleh dong nanti menyemangati kakak nawra

    ReplyDelete