Pengalaman Saat naik Bus Damri

Bus Damri di Malam Hari



Hay guys malam yang indah ini aku tak ingin hanya tiduran di kamar terus dengerin lagu galau yang nantinya bisa mengingatkan aku dengan si mantan yang sudah meninggalkan aku tanpa pamitan . 
Hah itu bukan cerita yang menarik untuk malam yang indah ini . 

Kali ini aku ingin flashback dan menceritakan pengalaman aku saat naik bus damri . 
Kalian tahu kan bus Damri ?kalau di Bengkulu itu loket nya di kilometer 6 . 
Oke jujurnya sebelum aku menceritakan ini, aku ngerasa mual gitu ya . 
Jadi keinget suasana dalam bus tersebut haduh . 

Sekitar 2tahun yang lalu aku mulai berhenti naik damri ,yang biasanya dalam setahun aku bisa 4 sampai 6kali naik damri karena dulu SMP dan SMA ku di Muko-Muko . Dan waktu itu cuma Damri dan travel yang sering aku gunakan . Namun karena aku tipe orangnya mabokan jadi aku jarang bahkan gak mau naik travel ,karena travel laju kecepatannya 2x lebih kencang di banding damri ,dengan begitu akan lebih mudah memicuku untuk mabok, dan aku gak mau itu . 
Makanya aku memilih ya udah gak papa naik Damri aja.


Nah pengalaman selama kurang lebih 6tahun aku naik Damri ,ada satu kejadian yang membuat aku bener-bener kapok dan ga mau lagi naik Damri.
Ya cuma sekali itu aku berpergian malam-malam MukoMuko-Bengkulu .
Gak pernah aku bayangin kalau angin malam sedingin itu ,semakin malam semakin dingin. Bukan hanya dingin namun ia terasa menusuk . 
Membuat aku mengigil ,walaupun ya pintu saat itu di tutup tapi tetap saja rasa angin itu membuat sekujur tubuh ku menjadi dingin . 
Waktu aku hanya berdua dengan temanku, kita mau pulang keBengkulu karena libur semester . 

Namanya juga malam ,semua penumpang tak seberisik di siang hari ,mungkin mereka semua tertidur . Sunyi hanya suara mesin mobil yang terdengar . 
Aku tak mengerti kenapa tubuhku terasa begitu mengigil ,perutku pun sakit . 
Aku tak mungkin mengeluh dan membangunkan temanku karena kebetulan dia tipe pemabuk juga sepertiku . 

Sekitar beberapa jam aku tahan semua kesakitan yang aku rasa . Pusing yang teramat. akhirnya aku pun muntah .
Muntah yang bener-bener muntah . 
Ya Tuhan saat itu aku bener-bener lemes dan tak berdaya . 
Aku ingin teriak untuk berhentikan bus ini . Aku ingin turun .aku muak di dalam mobil ini . Tapi itu hanya teriakan hatiku yang pilu .


Perjalanan tidak sebentar ,masih lama .Tapi gak papa setelah muntah aku cukup lega karena aku begitu lemas dan aku bisa tertidur . 
Waktu itu temenku membantuku mengoleskan minyak kayu putih di bagian belakangku,lumayanuntuk menghangatkan tubuhku.

Beberapa jam kemudian. 
Aku sampai di loket sekitar jam 4 malam, aku di jemput ayahku . 
Aku tak seperti biasanya . Yang kalau liburan dan di jemput di loket aku tersenyum melihat ayahku dan berlari memeluknya . 
Tapi saat itu tidak , berjalan pun aku lemas.
Hingga akhirnya aku jatuh sakit demam ,dan masuk angin ,liburanku kali ini tampak untuk istirhat batinku waktu itu . 

Dan dalam hatiku . Aku bener-bener trauma dengan berpergian malam hari dengan bus .
Aku merasa kapok dan pokoknya jangan sampai terulang kembali .
Aku akan memilih menunggu keesokan harinya.

Sekian begitulah pengalamanku naik bus damri di malam hari yang mengisahkan sedikit trauma , 

Nah guys tu

Sekian ....

Slam kiyah imut 


2 comments