Ngopi cantik bareng Beautysquad dan ka Tutu

Ilmu itu bisa kita dapat dari mana saja, kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja. 
Ilmu tak kenal ruang dan waktu. Tak peduli alasan. Karena hakikatnya kita akan terus belajar hingga jatah hidup ini habis. 
Belajar itu tak mesti hanya di bangku sekolah saja, namun bisa kita dapatkan di luar sekolah. 
Apalagi sekarang era digital, dimana semua orang menginginkan semua yang simple dan mudah di akses.

Dan ngomong2 tentang belajar dan digital , pada tanggal 13 April kemarin aku ikut kelas online ngopi cantik dengan tema "How to grow Instagram" dengan pemateri keren ka Ni putu Chandra / ka Tutu. @niputuchandra.
Kita kelas online di grub WhatsApp.

Nah disini kita banyak belajar banyak hal tentang bagaimana bisa Instagram kita itu tumbuh dengan baik, apa saja yang harus kita lakukan supaya Instagram kita tertarik di ajak kerja sama oleh brand.
Dan masih banyak lainnya .
Dan semua itu di sampaikan dengan sangat jelas dan mudah dipahami oleh ka Tutu sebab ka Tutu sendiri adalah beauty selebgram ,tapi tak hanya itu ka Tutu juga adalah seorang beauty blogger yang tulisannya itu sudah banyak sekali membahas review produk kecantikan atau tutorial make up .

Instagram @niputuchandra

Adapun ka Tutu sendiri sudah memiliki follower Instagram yang sudah banyak yaitu 90,8 ribu, dengan feed yang khusus memfokuskan pada dunia kecantikan dan sudah ada 789 postingan.
Wah keren banget gak sih . Dan untuk blog ka Tutu sendiri, kalian bisa langsung baca aja https://www.tutuskirtjournal.com . Kadang aku suka baca blog nya ka Tutu untuk referensi aku pada suatu produk.
www.tutuskirtjournal.com

Nah itu adalah sekilas tentang identitas pemateri kelas online kopi cantik 8.
Keren banget kan? La Tutu mah udah banyak banget yang ngajakin kerja sama, di Instagram maupun di blog.
Oiya sebelum aku tulis materi apa saja yang ka Tutu sampaikan,aku mau cerita sedikit bagaimana Instagram aku sendiri tumbuh dan berkembang.
Jadi, dulu itu aku menganggap bahwa Instagram hanya sebagai media sosial tempat dokumentasi hasil foto atau Vidio aku. Hanya sebatas itu.
Tapi lama kelamaan anggapan itu berubah, ternyata Instagram juga bisa menjadi penyaluran bakat dan menghasilkan uang.
Ini luar biasa bukan? Dari situ aku coba terus gali. Dan Alhamdulillah aku sudah beberapa kali dapat tawaran kerja sama untuk mempromosikan suatu priduk, misal makanan, minuman, masker ,serta skin care. Dan lain-lain.
Beberapa tawaran job
 Endors skincare allyoung

 Endors kopi gading Cempaka Bengkulu 

Endors masker korea nuface

Dari situ aku menyadari bahwa jika kita bisa gunakan media sosial dengan sebaik mungkin maka kita akan dapat keuntungan yang sangat besar.  So buat kalian semua yuk mulai sekarang gunakan media sosial dengan baik agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

Oke ceritaku selesai.
Sekarang aku mau lanjutin dengan materi dari ka Tutu. Serta beberapa pertanyaan dari temen-temen yang juga di jawab langsung oleh ka Tutu.

Materi pertama membahas tentang Instagram itu sendiri. 
Instagram sendiri memiliki 1 Billion Active Users (1 Milyar Pengguna Aktif) setiap bulannya dan sudah
disebut-sebut sebagai “The Popular Social Networks Worldwide”.
Tentunya karena sudah disebut-sebut sebagai The Popular Social Networks Worldwide, kita harus
memanfaatkan ini, memanfaatkan crowd yang ada di Instagram untuk membaca artikel kita, mengunjungi
blog kita, memberikan awareness kepada audience tentang diri kita sendiri sebagai blogger/content
creator dan tentunya ‘menggaet’ brand untuk project-project selanjutnya.
Untuk menunjang hal-hal tadi, Instagram sudah dilengkapi dengan berbagai fitur. Contohnya: insta story,
upload multiple photo, video feed, business profile, peletakkan link di bio Instagram, link swipe up di insta
story (untuk followers diatas 10k), promote post, IG TV dan fitur-fitur lainnya.

Kenapa harus grow Instagram?
1. Network
Instagram memiliki user base yang cukup besar, 1 milyar active users/bulannya. Jadi
menggunakan Instagram is the perfect opportunity to reach a lot of people dan tentunya untuk
engage dengan audience kalian.
2. Keep up to date
Instagram menjadi tempat paling mudah untuk pay attention terkait trend atau berita terkini.
Misalnya, pay attention tentang produk makeup/skincare terbaru, makeup trend terbaru atau
bahkan drama-drama di dunia beauty😅
3. Easy
Mudah digunakan untuk on-the go, mudah digunakan untuk share pengalaman kalian
menggunakan produk secara real time.

Definisi growth untuk Instagram
1. Followers meningkat
Ini definisi dari growth yang sudah banyak orang ketahui ya… Aku yakin juga teman-teman yang
ikut NgopCan ini sudah tau. Contoh: dari 5000 followers menjadi 8000 followers.
2. Engagement rate dan metrics-metrics lainnya meningkat
Metrics sendiri artinya measurement unit, sesuatu yang bisa dijadikan ukuran. Kalo kalian sudah
menggunakan business profile di Instagram tentunya sudah tahu dong ya fitur insights? Dari fitur
tersebut kita bisa melihat data-data penting dari akun kita.
Metrics yang bisa kalian lihat dari fitur insights diantaranya:
• Profile visits ➡dalam 7 hari terakhir, ada berapa akun yang mengunjungi akun kalian?
• Website clicks ➡ berapa orang yang klik link yang ada di bio?
• Reach ➡berapa jumlah Instagram user yang melihat postingan kalian?
 •Impression  ➡berapa kali postingan kalian dilihat oleh Instagram user? Satu user bisa melihat postingan kalian lebih dari satu kali, makanya angka impressions lebih besar dari angka reach.

Bagaimana cara grow Instagram?
1. Kuasai semua fitur dan metrics yang ada pada Instagram
Tak kenal maka tak sayang juga berlaku pada Instagram. Percuma dong kita, pengguna Instagram,
tidak mengerti fitur apa saja yang bisa kita manfaatkan… percuma juga kalo kita menggunakan
bisnis profile di Instagram tapi tidak mengerti apa perbedaan business profile dengan personal
account.
Kenali juga maksud dari metrics yang ada di insights masing-masing post atau insight dari akun
Instagram kita sendiri. Bila perlu, catat angkanya, buat grafiknya (supaya kalian bisa melihat secara
jelas, terjadi kenaikan atau penurunan) dan evaluasi masing-masing metrics, apakah mengalami
peningkatan, penurunan atau malah stabil?
2. Tentukan niche dan lakukan interaksi dengan akun yang memiliki niche yang sama
Niche sendiri itu maksudnya pengklasifikasian akun Instagram kalian berdasarkan jenis dan
isi/kotennya. Misalnya, akun aku @niputuchandra, memang fokusnya itu post tutorial makeup di
Instagram, sharing review dan produk di Instagram. Semua ini masuk ke kategori beauty. Jadi
niche dari akunku sendiri itu beauty.
Jangan lupa untuk berinteraksi dengan akun dengan niche yang sama untuk meningkatkan
peluang foto/video kalian tetap berada di niche yang sudah kalian tentukan.
Pasti ada ya dari kalian yang menggunakan Instagram untuk fangirling, kemudian dengan akun
yang sama kalian juga interaksi; like dan komen di postingan yang sebetulnya bukan niche kalian.
Saranku, buatlah akun terpisah untuk melakukan fangirling tadi. Gunanya apa? Menghindari akun
kalian pindah niche dan tentunya meningkatkan peluang postingan kalian dilihat oleh lebih
banyak orang yang memiliki interest terhadap niche kalian.
3. Kenali audience kalian seperti apa.
Kenali secara demografis ➡ audience kalian paling banyak laki-laki atau perempuan? Kemudian
paling banyak di kelompok usia yang mana?
Kenali secara geografis ➡audience kalian paling banyak tinggal di kota mana? Negara mana?
Kenali secara psikografis ➡lifestyle, audience kalian lebih banyak yang suka makeup koreakah?
Makeup drugstore kah? Makeup highend kah?
Kenali secara behavioristis ➡ perilaku seperti audience kalian lebih banyak yang memang ingin
tahu review produk atau sesama blogger/content creator?
Mengenali audience kalian ini bisa membantu kalian mengatur strategi ketika kalian akan post
foto, video. Ini juga bisa membantu kalian memilah, kira-kira produk apa saja sih yang harus kalian
share di Instagram?
4. Tentukan branding!
Berdasarkan analisa aku pribadi dari timeline di Instagram, masih banyak loh yang mengabaikan
soal branding. Padahal branding ini sangat penting.
Branding disini maksudnya segala aktivitas yang bisa menguatkan dan menonjolkan diri kita
sebagai blogger/content creator. Seperti apa sih akun kalian atau diri kalian sendiri ingin dilihat
oleh audience?
Contohnya yang gampang @awkarin deh ya. Berdasarkan analisaku pribadi, @awkarin ini cukup
khas dengan 100 instagram story/hari dan foto-fotonya yang aesthetic. Contoh lain lagi,
@21makeupaddictions, post video tutorial makeup hampir setiap hari dengan menggunakan
background video berwarna pink. Jadi begitu melihat warna pink ingetnya ‘oh akun
@21makeupaddictions loh dia serba pink’.
Contohnya @aro_kopa, share makeup tutorial dengan backsound-backsound yang fun (kadang
ada backsound dangdut atau lagu india) sehingga memberikan kesan kalo @aro_kopa ini adalah
beauty conten creator yang fun. Atau akun @heidinatjahjadi, dengan branding yang terkesan
elegan.
5. Berinteraksi dengan audience
Interaksi disini gak cuma berupa kalian share di insta story, audience kalian lihat muka kalian, lihat
kalian ngomong disana.
Interaksi di Instagram sendiri macam-macam, salah satu contohnya yang sering diabaikan adalah
membalas komen audience. (A little hint: membalas komen audience juga dapat meningkatkan
engagement rate akun kita loh!)
Selain itu, interaksi juga bisa melalui direct message, melalukan poll, membuka question box dan
live session.
6. Gunakan hashtag sesuai dengan niche kalian
Penggunaan hashtag sesuai dengan niche ini juga berfungsi untuk meletakkan akun kalian di niche
yang tepat. Jadi hindari menggunakan hashtag yang bukan niche kalian.
Contohnya: untuk niche beauty, gunakan #makeuptutorial #makeup… jangan malah
menggunakan #foodporn #fashion

Nah itulah tips atau cara bagaimana Instagram kita bisa lebih baik dan memiliki ciri khas.
Materi ini sangat penting banget untuk kita sebagai pengguna Instagram yang ingin membagikan lagi feed Instagram nya atau follower nya bertambah.
Okey tak lama setelah itu season tanya jawab di buka oleh MC, tapi ini hanya untuk beberapa penanya tercepat saja, di karenakan mengingat durasi.

Tanya & Jawab

Penanya 1:
Saya masih inget banget pas followers ig nya masih sekitar 6rbuan. Dan sekarang bisa ampe puluhan ribu
ini itu awalnya bagaimana? Apakah dengan rutin posting?
Jawab:
Tentunya dengan tidak membeli followers dan engagement ya hehe. Sebetulnya, aku gak bisa share ya
strategi apa yang aku gunakan secara detail. Tapi kurang lebih... strategi dari masing-masing akun itu
berbeda-beda. Kenapa? Data yang dihasilkan berbeda-beda. Ada yang efektif dengan strategi posting foto
flatlay 2 hari sekali, ada yang efektif dengan strategi posting video seminggu sekali dan lain sebagainya.
Gimana cara menemukan strateginya? Ini dengan trial & error dan analisa data insights kalian sendiri.
Selain itu, namanya sosial media, the first rule of social media itu adalah konsisten. Konsisten ini gak
melulu soal rajin posting ya. Konsisten bisa berbagai hal. Misalnya, brandingnya yang konsisten, dari awal
brandingnya elegan dan simpel... sampai akhirnya audience aware sendiri ciri khas/branding kalian seperti
apa.

Penanya 2:
Aku mau tanya pendapat kak Tutu mengenai instagram user yg masih sedikit followersnya tp sudah
ditanya ratecard untuk kerjasama, mungkin bagaimana tipsnya juga agar tidak mengecewakan pihak trb
dgn followers yg masih sedikit itu.
Jawab:
Sebetulnya gini sih... ketika calon klien/brand menanyakan soal ratecard, berarti calon klien/brand ini
menghargai posisi kamu sebagai blogger/content creator.
Agar tidak mengecewakan calon klien/brand tentu harus membalas email/direct message tersebut
dengan sopan & professional, selanjutnya untuk masalah nominal dari ratecard sendiri bisa kamu
sesuaikan sendiri dengan worth kamu sebagai blogger/content creator. Yang dilihat gak melulu soal
followers loh, ada banyak akun instagram yang memang punya followers dibawah 5000 tapi memiliki
engagement rate yang cukup tinggi.
Cara menentukan engagement rate rendah/tinggi:
1%: low
1%-3.5%: average
3.5%-6%: high
> 6%: really high
Jadi meskipun followers kamu, misalnya, belum mencapai 5000, kamu bisa nih meningkatkan engagement
rate dan tunjukkin ke calon klien/brand melalui media kit... "ini loh dengan ER sekian, aku worth sekian".
Kalo memang setelah itu calon klien/brand menghilang... simply anggap saja.... belum rejeki.

Penanya 3:
1. Gimana cara mengambil hal menonjol yg bisa dijadikan sebagai branding kita supaya ga sama
dengan konten kreator lain? tutu ada tips untuk self branding?
2. Kadang insight kita menunjukan data yg menurut aku ga relevan, misal dia bilang jam 13 prime
time, tp post jam segitu malah sepi. aku sebaiknya gmn tu? apalagi sekarang, misal hari sabtu,
insight kasi liat dara kamis.. menurut tutu sebaiknya gimana? apa kita analisis sendiri atau gimana
tu?
Jawab:
1. cari tahu nih, dari sekian banyak konten di instagram, yang mana sih yang banyak diminati oleh
audience?
cari tahu kira-kira apa sih strength dari diri kalian sendiri? apakah jago blending eyeshadow?
apakah paham betul soal ingredients? dst.
tentukan ciri khas tersendiri dari hal yang paling simpel. misalnya.... kalian suka warna pink, kalian
bisa gunakan warna pink ini sebagai branding kalian. misalnya background, desain dari lower
thirds video, atau watermark berwarna pink.
2. nah... untuk ini memang harus trial dan error sih. prime time memang misalnya menunjukan jam
13 nih, tapi ya gak semata-mata harus post jam 13. misalnya bisa 2-3 jam sebelumnya... atau bisa
aja post jam 13 tapi dengan menggunakan tambahan semacam teaser di insta story? efektif apa
gaknya ya balik lagi ke akun kalian... strategi seperti ini bisa kalian temuin kalo kalian udah trial &
error. intinya sih... instagram itu semakin sering diotak-atik, kalian bisa analisa patternnya seperti
apa. begitu tau patternnya seperti apa, pasti tau strategi seperti apa yang harus diterapkan.
jangan cuma melihat instagram ini sebagai 'ah cuma sosmed'. coba anggap akun instagram kalian
ini sebagai 'start up company kalian'. layaknya company, pasti mereka ada research dulu, trial &
error dulu, ada investasi sana sini biar dia bisa survive dan bisa dilihat menonjol.

Penanya 4:
Dulu aku pernah baca pas lagi heboh-hebohnya alogaritma IG berubah itu, kata beberapa website yang
nulis seperti ini: 1) kalau kita ngedit caption kurang dari 24 jam itu bakal ngaruh ke berapa banyak
like/viewers yang didapat dan itu biasanya kecil, 2) balas komen lebih dari 1 jam bisa ngurangin potensi
kita untuk bisa masuk ke explore, 3) menggunakan tag terlalu banyak (walau sesuai niche) bakal ngga
kedetect di explore (max 4). Begitu apa benar ya? Soalnya aku juga trial error pakai tag sedikit malah
jatohnya makin merosot yang nonton/like.
Jawab:
1. Edit caption kurang dari 24 jam bakal ngaruh ke berapa banyak like/viewers
berdasarkan trial & error aku sendiri gak ada ngaruh apa-apa ya. selain itu, berdasarkan berbagai
research yang sudah aku baca... itu juga gak ada pengaruh ya... yang ngaruh itu kalo captionnya
memang tidak memberikan cerita/pelajaran kepada audience. audience pasti males dong liat
postingan yang captionnya kurang menarik.
2. Balas komen lebih dari 1 jam bisa ngurangin potensi kita untuk bisa masuk ke explore
tidak benar ya... balas komen kapan saja boleh kok. semakin banyak interaksi di postingan,
semakin besar potensi sebuah post masuk ke explore.
tapi perlu diperhatikan kecepatan saat membalas ya, terlalu cepat balas komen juga bisa
menyebabkan akun kalian diblok untuk komen... terlalu cepat ini aktivitasnya jadi menyerupai
bot... makanya diblok oleh pihak instagram.
3. Penggunaan hashtag terlalu banyak bisa mengurangi potensi postingan muncul di explore
memang kalo ini masih ada 2 pendapat... ada yang bilang terlalu banyak hashtag bisa dianggap
seperti akun bot, makanya potensi postingan muncul di explore kecil
ada juga yang bilang semakin banyak semakin baik (asalkan tidak lebih dari batas hashtag yang
ditentukan instagram, kalo gak salah 30 hashtags). menurut aku pribadi... yang lebih berpengaruh
itu jenis hashtag yang kamu gunakan... gunakan hashtag yang memang populer dan banyak orang
gunakan... selain itu juga hashtag yang sering kamu cek atau interaksi. untuk masalah banyak atau
gaknya, aku masih netral, karena kalo berbicara dari pengalaman sendiri, aku kadang
menggunakan 10 hashtags saja sudah masuk explore... kadang menggunakan 30 hashtags bisa
masuk explore.

Penanya 5:
1. Aku mau nanya soal ER. Di atas, Tutu sempat ksh tau nilai ER yg bs disebut tinggi atau rendah itu
berapa. Nah, apa Tutu bs kasih gimana cara/rumusnya utk tahu angka2 dalam % tsb didapat? Cara
hitung supaya bisa dpt angka brp % gitu....
2. Dalam mengenali audiens, selain membaca data dr insight, apa yg Tutu lakukan? Apa melakukan
polling hrs review produk A/B? Atau menyediakan kolom pertanyaan? Terus gimana kl kita uda
coba lempar wacana spt itu nih, dan yg respon dikit bgt? Aku pnh sekali lempar tp samsek ga ada
yg respon hiks. Pdhl kl dilihat dr (misalnya) yg nonton IGS, itu ya lumayan rame gitu.. 😞 Kl dr
Tutu sendiri ada saran kah?
Jawab:
1. Engagement rate = (jumlah likes + jumlah comments)/ followers x 100. tapi gak perlu ribet sih
sekarang karena sudah cukup banyak ER calculator online... bisa cek dari socialblade.com atau
https://phlanx.com/engagement-calculator
2. dengan melakukan polling atau question box, itu salah satu caranya mengenali apa yang audience
mau. respon sedikit gak masalah. respon pasti akan meningkat ketika sudah dikabulkan respon
mereka. kadang audience itu males ngerespon karena mereka mikirnya "ah paling cuma nanyadoang". jadi memang setelah kita melakukan polling dan question box tadi, harus dibarengi sama
action. jadi trust antara audience dan akun instagramnya bisa terjalin.

Penanya 6:
1. Melanjutkan dari bahasan hashtag diatas, katanya menggunakan hashtag yg sama berulang2 di
semua postingan, justru memperbesar potensi di shadowban ya apa benar?
2. Kenapa ya pas followers masih 2k, reach per post bisa 2-4x lipat nya. sedangkan pas followers
udah diatas 8k, reach per post makin menurun sampai cuma 1/3 nya. apa instagram lebih favor
akun2 baru aktif yg followernya lebih sedikit?
Jawab:
1. shadowban itu hoax ya... ini sudah ada konfirmasi dari pihak instagram bahwa tidak ada yang
namanya shadowban. untuk penggunaan hashtag memang sebaiknya tiap postingan bervariasi
sih. 1 atau 2 hashtag yang sama boleh, tapi kan setiap postingan kalian pasti beda topik ya? beda
cerita? gak mungkin dong ya misalnya post foto skincare dari brand A tapi hashtagnya dari brand
Z.
2. Bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya mungkin audience menilai postingan kamu
monoton. mungkin bisa coba sekali-kali dikasih twist. mungkin posting tentang kehidupan
pribadikah. atau mungkin strategi yang kamu gunakan udah basi? harus mulai cari tau lagi nih
strategi baru apa yang perlu kamu terapi.
Yang aku amati sih saat ini instagram lebih favor akun-akun yang memang organik ya. organik
disini maksudnya dengan real followers dan real engagement.
Lebih baik followers tidak banyak dengan engagement tinggi dan berintegritas. Daripada followers banyak
tapi fake😅karena followers hanyalah angka dan bisa diotak-atik orang.. Sedangkan integritas? Balik lagi
ke diri kita masing-masing seperti apa :)
Sesusah apapun di instagram, please jangan beli followers atau engagement. itu malah merusak branding
kalian dan merusak data kalian.

Semoga semua pertanyaan dari temen-temen kelas online kemarin mewakili pertanyaan-pertanyaan kita.
Setelah itu kelas online ngopi cantik 8 via WhatsApp selesai.
Malam itu dalam waktu hanya 3jam saja . Banyak sekali ilmu yang sudah aku dapatkan sangat bermanfaat banget dan akan aku aplikasi kan.
Nah kalian juga jangan lupa aplikasi kan ya di Instagram kita masing-masing.

Follow ya Instagram @linaazkiah23

Sekian aku pamit . Jangan lupa follow Instagram aku.  @linaazkiah23
Semoga selanjutnya aku bisa terpilih lagi ikut kelas online ngopi cantik 9 dan seterusnya dan bakal aku share di blog aku.
Thank ka Tutu dan thank you juga Beautysquad.





3 comments

  1. So aku mau tanya,niche kamu fokus kemana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku masih lifestyle mb , rencana mo buat blog satu lagi khusus buat beauty blog aja

      Delete