Tentang THR


Hari kemenangan umat muslim sebentar lagi akan tiba. Bahagia sangat perasaan ini Tuhan, sebab di hari kemenangan kelak kita kembali fitrah atau suci dalam amal perbuatan. Karena pada hari itu kita saling maaf memaafkan.
Terlebih di negaraku Indonesia banyak tradisi yang kita jalani.
Seperti saling silaturahmi, membuat ketupat serta sungkeman bagi orang Jawa.
Nah tapi yang paling di tunggu di hari lebaran adalah THR (Tunjangan hari raya)
Ini nih yang dulunya aku nanti-nanti . Tapi biasanya THR hanya berlaku untuk anak kecil, orang dewasa kayak aku mah udah jarang banget dapet THR . Hahha maklum faktor umur.
Padahal ya kan . Orang gede sebenarnya yang lebih membutuhkan dana THR itu.

Ngomong-ngomong THR, sebenarnya  THR ini berlaku yang paling penting berlaku untuk siapa sih? 
Nah yuk kita bahas. 
Jadi Permenaker No. 06 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan untuk menggantikannya.
Apa saja ketentuan yang harus HR ketahui tentang Tunjangan Hari Raya (THR)? Simak uraian lengkapnya di bawah ini:
Karyawan Menerima THR Satu Tahun Sekali
Umumnya, perusahaan memberikan THR pada Hari Raya Idulfitri, mengikuti mayoritas karyawan. Hal ini tentu akan memudahkan perhitungan dan pembayaran THR. Akan tetapi, jika perusahaan bermaksud membagikan Tunjangan Hari Raya sesuai hari besar agama karyawan masing-masing, hal ini juga diperbolehkan selama perusahaan menepati ketentuan perhitungan THR.Peraturan Pemerintah Nomor  78 Tahun 2015menyebutkan tentang 5 (lima) hari besar agama, yaitu:
  1. Hari Raya Idulfitri
  2. Hari Raya Natal
  3. Hari Raya Nyepi
  4. Hari Raya Waisak
  5. Hari Raya Imlek.

THR Harus Dibayarkan dalam Bentuk Uang Rupiah
Hal paling mendasar yang Anda harus tahu adalah, THR wajib diberikan dalam bentuk uang, dalam mata uang rupiah. Tidak jarang perusahaan memberikan kado lebaran kepada karyawannya, baik berupa parcel makanan, pakaian, alat ibadah, dan lain-lain. Memberi hadiah kepada karyawan seperti ini boleh-boleh saja. Namun, hal itu tidak boleh mengurangi nilai THR yang berhak diterima oleh karyawan yang bersangkutan.
Nah jadi bagi karyawan sebuah perusahaan tentang THR pun telah tertulis dalam UUD . 
Untuk kita yang bukan seorang karyawan perusahaan tak masalah kok dapet THR . Artinya itu rezeki kita.  Hehe jelas tidak ada larangan memberikan THR saat lebaran kepada sanak saudara meski tak tercantum dalam UUD. 
Kira-kira lebaran nanti kita bakal dapat gak ya jatah THR. 


No comments