Tentang Kerinci dan terong Belanda.


Cerita jalan-jalan ....
Sedikit dari banyaknya manusia yang tercipta yang tidak suka jalan-jalan. 
Mengembara mencari hal baru menemukan dan mencoba sesuatu yang baru. 
Ini sangat menyenangkan sekaligus me-refresh otak dari penat nya pekerjaan. 

Nah pasti di antara kita semua pernah jalan-jalan.
Dan kira2 temen-temen disini lebih suka jalan kemana? Pantai atau gunung? Atau suka traveling pergi ke suatu kota atau negara yang belum pernah di kunjungi. 

Ok pas banget kalau begitu. Kali ini aku ingin bercerita tentang kesan pertama saat aku pergi ke kerinci . Suatu kabupaten dari provinsi Jambi . 
Yang terkenanal sangat dingin. 
Dan cerita ini akan membuat saya mengingat kembali pada masa itu . Tepatnya kita flashback kembali sebentar melihat kenangan di belakang . 
Jadi, pada tahun 2013 saat itu aku dan semua temen kelasku, kita perpisahan dan pergi jalan-jalan ke kerinci. 
Kabupaten kerinci memang tidak bisa dilepaskan dari kata wisata. 

Banyak hal yang menjadi daya tarik Kerinci. Diantaranya keunikan budaya yang sekarang dikemas menjadi festival budaya tahunan Festival Danau Kerinci. Juga, kaya dengan tujuan wisata alam seperti Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Perkebunan Teh Kayu Aro, Air Terjun Telun Berasap, Air Panas Semurup, Danau Kaco, Danau Gunung Tujuh, dan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Secara administrasi Kerinci memilki luas wilayah 332.814 hektar. Lebih dari setengah luas wilayah tersebut (199.089 hektar) merupakan bagian wilayah konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Adapun 133.715 hektar sisanya, dialokasikan sebagai kawasan budidaya dan pemukiman penduduk (Kerinci dalam Angka, 2017).
Dengan kekayaan alamnya, Kerinci tumbuh menjadi destinasi utama di Provinsi Jambi. Di tahun 2017, tercatat 221.247 wisata yang berkunjung (2.932 wisatawan mancanegara). Angka ini naik dua kali lipat dari tahun 2016 yang hanya 114.007 wisatawan. Hal ini tentunya tak lepas dari promosi yang dilakukan oleh para aktor wisata di Provinsi Jambi.
Dari banyak nya Destinasi wisata yang ada di kerinci.  Ada kesan pertama yang menjadikan aku sangat mencintai kesenian atau ciri khas dari suatu daerah entah itu adat nya kebiasaan nya atau malah makanan nya . Memang setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Namun aku selalu suka untuk membuatnya menjadi kesan pertama yang unik dan patut di ingat terus. 

Dan yang menjadi unik banget dari kerinci pada waktu itu menurut aku adalah dari segi makanan atau oleh2 khas nya. Selain dari wisata dan tempat yang sangat dingin kerinci juga di kategori kan sebagai penduduk yang mayoritas adalah petani.  Jadi hamparan luas tanah yang sangat hijau dengan tumbuhan hijaunya . Ada kebun teh, tanaman sayur mayur dan juga bawang2 dan Umbiumbian. 
Nah kesan pertama yang paling unik adalah aku temui sebuah buah yang aneh banget menurut ku . Dari bentuk, warna dan juga nama. Gak ada yang connect. Tapi ada yang membuat saya heran . Si mbak2 nya waktu itu bilang bahwa buah ini hanya ada di kerinci kalaupun ada di daerah lain mungkin cuma sedikit.  Dan aku makin ngerasa Wahh ini sih keren ya kan. 

Dan buah aneh tersebut adalah Terong Belanda. Ya terong Belanda . Apakah kalian pernah mendengar nama buah ini sebelumnya?
Tapi terlepas dari semuanya, dari semua tempat yang kita kunjungi. Bahwa pasti ada ciri khas dari daerah tersebut dan itulah keunikan nya. Itu yang membedakan dia dengan daerah lainnya. 
Indonesia memang kaya akan budaya. Untuk itu jagalah terus ciri khas daerah kita. Agar memiliki nilai plus di mata para pengunjung. 
Dan sekian cerita flashback ku kali ini . Tentang kerinci dan terong Belanda nya . 

No comments