Pohon beringin angker di belakang sekolah


Hai assalamualaikum ..
Nah hari ini tema blog kita beda ya. Bukan seputar tips atau tulisan organik lainnya.
Tapi ini tentang kisahku atau pengalamanku tentang Horor.
Ah aku selalu merinding kalau berbicara tentang ini .
Tapi okey , kita akan tetap lanjutkan cerita ini .
Tema nya adalah "pohon beringin di sekolah"
Oiya ini kisah true story ya, berdasarkan pengalaman pribadi aku.

Jadi waktu itu waktu aku SD . Di belakang sekolahku ada pohon besar beringin. Yang kata penjaga sekolah itu angker dan gak boleh di tebang ataupun di cabut daunnya. 
Cerita ini sangat di percaya oleh murid-murid juga guru yang ada di sekolahku. 
Memang kita tak pernah sengaja mencabut daun pohon beringin tersebut . Tapi kita selalu main dan manjat pohon kala jam istirahat. Berlari dan sekedar nongkrong berteduh di bawah pohon.

Nah kebetulan rumahku waktu itu dekat dengan sekolahku.  
Jadi sepulang sekolah dan ganti baju kita sering main lagi ke sekolah . Karena di sekolah ada tiang2. Jadi kita suka main benteng. Karena bocah jadi kita gak begitu peduli dengan hal-hal mistis kata penjaga sekolah.  
Sampai pada akhirnya malam pun tiba selepas mandi dan solat magrib. Aku dan temenku pun janjian lagi untuk main seperti biasanya . Yaitu petak umpet . Ya, dulu aku kala aku masih sekolah dasar, aku main kadang sampai malam. Dan hampir rutin kita main petak umpet pada malam hari . 
Karena rumahku dekat dengan sekolah begitupun rumah teman2 sebayaku. 
Hanya berjarak 300 meter. 
Walaupun kita sering main pada malam hari apalagi petak umpet . Kita gak pernah mau untuk nyumput di dekat sekolah atau sekitar nya. Karena sekolah pada malam hari gelap sekali hanya sedikit lampu yang menyinari. 
Tapi aneh, suatu malam aku dan temanku pengen banget bisa berhasil dan gak ketahuan nyumpet dimana . Dan kita nekat mau nyumpet di sekitar sekolah. Karena percaya pasti si penjaga gak akan nyari kesana dan dia bakal nyerah. Dan kami pasti menang . Begitulah . 

Dan saat hitungan mulai 1 sampai 10 penjaga menghitung kami berlari semuanya.  
Langsung ku tarik tangan temenku dan kita lari ke arah sekolah . 
Kita benar-benar gak takut awalnya tapi semakin jauh dari tempat main terasa makin sepi sepi dan hening sekali . 
Dan tiba-tiba saat kami berhenti tepat di depan pagar sekolah .kami melihat sesosok wanita berbaju putih yang berdiri tepat di samping pot bunga . 
Seketika aku dan temanku bertatapan sejenak, mengumpulkan tenaga. Dan akhirnya kami laaariiiiiiiiii...........
Temen-temen ku heboh dan akhirnya kami kalah main petak umpet . 
Dengan nafas terengah-engah aku coba jelaskan perihal melihat sosok wanita itu di bantu oleh temenku juga yang melihat. 
Sebagai anak-anak yang masih polos.  Spontan temen2 yang lain ikut takut dan mengakhiri permainan petak umpet malam itu. 

Beberapa bulan berlalu. Kepala sekolah kita ganti . 
Dengan kepala sekolah yang baru banyak kebijakan-kebijakan baru, seperti tidak boleh belanja di luar sekolah dan harus jajan di kantin serta peraturan yang lain . 
Masih dalam batas wajar, tapi ada satu hal yang pak kepala sekolah lakukan . Yaitu dia ingin memangkas sedikit pohon beringin belakang sekolah, agar bisa di jadikan taman dan di taman bunga lainnya. 
Hal itu di larang keras oleh penjaga sekolah yang juga dia tinggal dan menetap disitu.
Namun anehnya tidak boleh di tebang kata penjaga sekolah itu tidak ada alasan yang masuk akal menurut kepala sekolah kami. 
Merasa memiliki jabatan di sekolah akhirnya kepala sekolah nekat menebang dan memotong beberapa bagian dari pohon beringin itu. 

Dan kalian tahu.? Setelah dua hari kejadian itu.? Penjaga sekolah jatuh sakit tanpa sebab. Sakit seperti struk sebelah. 
Dan anehnya tetiba ada murid kelas 4 yang kesurupan setelah pohon beringin itu di tebang. 
Kepala sekolah beranggapan bahwa itu hal yang biasa mungkin murid itu lagi melamun dan mungkin memang si penjaga sekolah memang ada riwayat struk di keluarga nya . 
Ah kami pun jadi takut sekali. 
Beberapa bulan setelahnya aku Lulus SD dan bersambung cerita pohon beringin itu.
Aku melanjutkan sekolah ke pesantren dan sampai sekarang aku belum pernah ke SD lagi sekedar main dan melihat apa kabar pohon beringin belakang sekolah ? 








2 comments